Karyawan atau bos gorengan?

Karyawan atau bos gorengan

Karyawan atau bos gorengan? Nah loh!! Semua pasti tau mengenai karyawan, apalagi jajanan bertarap nasional yaitu gorengan.. hahay. Bagaimana tidak, Setiap hari kita pasti menjumpai hal tersebut. Sebagai kiasan saja karena makin banyaknya para pencari kerja diluar sana dan juga semakin ramainya orang untuk memulai Bisnis.

Untuk kajian kali ini kita coba amati lebih dalam tentang 2 hal tersebut.

Banyak dari kita sering memperdebatkan lebih enak jadi karyawan atau bos gorengan (pengusaha). Ini hanya akan menimbulkan perselisihan tanpa memberikan solusi..

Stop Perdebatan!!

Secara umum kedua kegiatan ini sama sama harus melewati proses. Namun memiliki perbedaan di dalam melakukan prosesnya dan tentunya pada hasil akhir.

Bekerja pada suatu instansi atau perusahaan tentunya sudah memiliki sistem kerja yang jelas dan terpadu. Dalam sebuah perusahaan juga pastinya terdapat karyawan lainnya yang mempunyai sumber daya manusia (SDM) yang berbeda beda. Hal tersebut cukup penting agar saling menopang tanggung jawab satu dengan lainya.

Selain itu karyawan juga mendapatkan penghasilan (Gaji) yang tetap setiap bulannya. Ada juga beberapa fasilitas untuk mendukung pekerjaan kita sebagai karyawan.

Namun perlu diingat, di dalam perusahaan memiliki peraturan yang harus karyawan patuhi. Suka tidak suka hal ini harus di taati jika kita tetap ingin menjadi karyawan. Adanya tekanan dan selisih paham dalam sebuah perusahaan menjadi warna tersendiri.

Oleh karena itu untuk menunjang dan meningkatkan prestasi dalam bekerja sebagai karyawan perlu dilakukan. Lanjut Disini.

Berbeda dengan bos gorengan (pengusaha), tidak terlalu mempunyai sistem dan aturan yang baku untuk menjalaninya. Konsep yang dibuat sendiri dan dijalani sendiri. Memiliki waktu yang cukup flexible untuk memulai pekerjaanya. Namun menjadi pelaku bisnis harus lebih extra, baik dari segi waktu maupun tenaga.

Disamping itu juga pengusaha harus siap dengan penghasilan yang tidak menentu. Bisa sangat minim bisa juga luar biasa. Itulah seni bagi setiap bos gorengan (pengusaha).

Lakukan sesuai jati diri dalam menentukan pilihan menjadi karyawan atau bos gorengan (pengusaha).

Terkadang agak sulit melihat diri kita sendiri, lebih condong mana antara berkolaborasi dengan orang lain demi memajukan sebuah perusahaan atau justru lebih menyukai menjadi bos gorengan itu sendiri sekaligus menjadi karyawan atas usaha yang dijalani.

Keberhasilan karir seorang karyawan bukan hanya ditentukan oleh diri kita sendiri, namun ada juga penilaian dari atasan di tempat kita bekerja. Percepatan untuk menjadi kaya pun terbilang cukup lama. Apalagi jika posisi karyawan tersebut masih berada di level eksekutor. Bukan pencetus ide bukan pengambil keputusan terakhir.

Lain hal dengan bos gorengan (pengusaha). Mereka sendiri yang bisa membuat percepatan kekayaan itu datang lebih cepat atau justru malah lebih lambat dari seorang karyawan.

Karena semakin fokus pelaku usaha pada bidangnya, gigih, dan penuh semangat. Maka akan semakin cepat pula kesuksesan menghampirinya.

Terus berinovasi menciptakan hal baru dan bisa bermanfaat bagi orang lain adalah landasan bagi pelaku usaha. Berfikir diluar kebiasaan serta mampu merealisasikan ide-ide yang telah dibuat.

Kenapa tidak jadi keduanya aja?

Karyawan dan bos gorengan (pengusaha). Analoginya seperti kedua kaki kita yang berdiri diatas pijakan yang berbeda. Tentu tidak akan mudah untuk melangkah. Bukan tidak bisa, Hanya saja akan semakin banyak kendala yang harus diatasi!! babak belur..

Maka dari itu teruslah gali potensi diri kamu semaksimal mungkin, boleh jadi jika kamu sebagai karyawan maka akan lebih cepat menduduki level pemberi keputusan. Dan jika kamu adalah bos gorengan (pengusaha), bisa membuka lapangan pekerjaan. Keep Spirit

Demikian uraian singkat mengenai Karyawan atau Bos gorengan (pengusaha). Semoga bisa menjadi inspirasi menuju puncak kesuksesan kalian.

Silahkan Berlangganan dan Download 3 Ebook Gratis Mencerdaskan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *