Kenapa Lulusan SMP bisa Lebih Sukses dibanding Lulusan S1 dan S2?

Kenapa lulusan SMP bisa lebih sukses dibanding lulusan S1 dan S2?

Blog Bisnis – Berbicara soal kesuksesan siapa pun berhak meraihnya. Tak terkecuali mereka yang tidak berjodoh dengan bangku kuliah. Ini adalah masing-masing perjalanan dan pilihan hidup orang lain. Kenapa lulusan SMP bisa lebih sukses dibanding lulusan S1 dan S2?

Pada artikel saya sebelumnya memuat Bisnis Animator Online, dimana pekerjaan tersebut memerlukan keahlian dan keterampilan khusus. Dengan kata lain dia harus melalui pembelajaran formal untuk melatih keterampilannya. Berbeda dengan mereka yang memang tidak pernah merasakan pendidikan sekolah tinggi, namun bisa sukses dan berhasil mengarungi sebuah bisnis.

Yang pertama, anak ndeso lulusan SMP bernama Darmanto, yang kini jadi national internet expert dan berkantor dari rumahnya di desa Kranggil, Pemalang. Yang kedua, Afidz, lulusan SMP yang jadi juragan soto Lamongan. Tentu ini jadi inspirasi bagi siapa pun yang ingin meraih sukses dalam dunia bisnis. Di sisi lain, kita acap melihat anak muda lulusan S1 bahkan S2 yang masih menganggur. Atau juga sudah bekerja namun dengan penghasilan pas-pasan. Masih tanggal 9, gaji sudah habis. Pening deh kepala.

Pertanyaannya : kenapa bisa begitu? Kenapa anak lulusan SMP bisa lebih sukses dibanding lulusan S2? Sajian ini akan menelisiknya dengan gurih dan merenyahkan.
Memang tak jarang kita melihat pemandangan yang paradoksal seperti itu : saat orang-orang yang hanya lulusan SMP bisa begitu sukses, sementara ribuan sarjana S1 dan bahkan S2 terpuruk dalam duka dan kepahitan yang mengigil. saadiiissss

Ada setidaknya tiga elemen kunci yang barangkali bisa menjelaskan ironi getir semacam itu.

Faktor # 1 : The Power of Kepepet. Mungkin orang-orang lulusan SMP itu bisa sangat sukses karena faktor kepepet. Justru karena kepepet, mereka sukses. Justru karena kepepet, mereka dipaksa melakukan something yang membuat mereka bisa melenting.
Sederhana saja, ijasah mereka hanyalah lulusan SMP. Dengan ijasah SMP, perkerjaan bagus apa yang bisa diharapkan? Tak ada pilihan lain : jika mereka ingin mengubah nasib lebih makmur, pilihannya adalah melakukannya dengan jalan merintis usaha sendiri.

Mereka dipepet oleh keadaan : mau hidup miskin selamanya (karena sulit dapat kerja dengan hanya mengandalkan ijasah SMP) atau nekad membangun usaha sendiri yang berpotensi sukses besar. Mungkin orang lain dengan ijasah S1 dan S2 tidak punya faktor kepepet seperti itu : ah, santai saja toh nanti saya pasti dapat pekerjaan. Dan begitu sudah dapat pekerjaan (meski dengan gaji seadanya), tetap tidak ada “faktor yang me-mepet” dirinya : ah meski gaji segini kan saya bisa tetap hidup oke.
Pelan-pelan, perasaan semacam itu membuatnya masuk zona nyaman (comfort zone). Dan persis disitu, faktor kepepet menjadi mati.

Faktor # 2 : The Darkness of Gengsi. Orang-orang lulusan SMP mungkin tidak lagi punya gengsi. Lah cuman lulusan SMP, apa lagi yang mau dipamerkan. Namun justru karena itu mereka tidak merasa rikuh untuk memulai usaha dari bawah sebawah-bawahnya, sebelum pelan-pelan merangkak menjadi juragan sebuah produk.
Dan kisah orang sukses lulusan SMP banyak bermula dari jalur marginal seperti itu : mulai dari jualan gerobak bakso keliling di jalanan yang berdebu hingga punya 70 cabang. Mulai dari kuli  keceh sablon hingga punya pabrik kaos sendiri. Mantaps

Dan persis mentalitas gengsi yang barangkali membuat banyak lulusan S1 dan S2 menjadi yah, gitu-gitu aja deh nasib hidupnya. Orang lulusan SMP tidak punya mentalitas gengsi seperti itu. Mereka mau berkeringat di jalanan yang panas dan berdebu, demi merintis impiannya menjadi juragan yang makmur dan kaya.

Faktor # 3 : The Magic of Street Smart. Orang-orang lulusan SMP yang tak punya kemewahan berupa ijasah perguruan tinggi itu, mungkin dipaksa belajar dari kerasnya kehidupan di jalanan. Dari kerja keras mereka di jalanan yang panas dan berdebu dan penuh lika liku. Dan dari kerja keras di jalanan yang berdebu itu mungkin anak lulusan SMP tadi justru bisa mengenal “ilmu street smart” – kecerdasan jalanan yang tak akan pernah bisa diperoleh oleh para lulusan S1 dan bahkan S2 dari ruang kuliah yang acap “berjarak dengan realitas”.

Street smart yang mereka dapatkan dari jalanan itu pelan-pelan kemudian bisa membuat mereka benar-benar lebih cerdas dibanding lulusan S1 dan bahkan S1. Atau lulusan SMP yang langsung berjualan gerobak soto Lamongan mungkin bisa lebih cerdas tentang “ilmu pemasaran dan manajemen pelayanan pelanggan” dibanding anak-anak lulusan S1 yang sok belajar teori tentang customer service atau branding strategy. Street smart barangkali yang ikut menjelmakan orang-orang lulusan SMP untuk merajut jalan hidup sukses yang penuh kemakmuran.

Demikianlah, tiga elemen kunci yang boleh jadi merupakan pemicu semangat kenapa lulusan SMP bisa lebih kaya dibanding lulusan S1 dan S2 : the power of kepepet, the darkness of gengsi dan the magic of street smart.

Bagi Anda yang lulusan S1 atau S2, dan merasa kalah sukses dibanding anak lulusan SMP, renungkan dengan cermat esensi ini. Ojo marah yah mas, Sing sabar ya boss !! Klo itu terjadi berarti rasa gengsi anda masih tinggi hehee..

Salam sukses bagi kalian semua yang selalu ingin berusaha memperbaiki masa depan dari sekarang. Thanks to Yodhia 🙂

Silahkan Berlangganan dan Download 3 Ebook Gratis Mencerdaskan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.