Perbedaan Antara Bisnis Online dan Offline

Pengamatan bisnis online dan offline

Pada artikel sebelumnya membahas menjadi Karyawan atau Bos gorengan (pengusaha). Nah kali ini akan coba kami sajikan Perbedaan antara bisnis online dan offline menurut pengalaman pribadi. Dari beberapa sudut pandang saja yang menurut penulis penting untuk disimak.

Kebimbangan yang terjadi akibat ingin fokus menjadi karyawan atau berspekulasi untuk menjadi pengusaha sudah sedikit reda, kini muncul keresahan baru yaitu mau bisnis online atau offline. Maka dari itu untuk mengurangi rasa galau dengan pilihan tersebut artikel ini dibuat.

Berikut adalah perbedaan antara bisnis online dan offline.

#1. Modal

Yups.., berbicara modal bukan hanya materi. Mencakup ide, inovasi serta waktu dan pengorbanan.. SADIS. Kurang lebih itu yang harus dipersiapkan untuk pilihan pada bisnis online maupun offline. Karena persaingan dalam bisnis sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan. Mari kita ulas lebih mendalam.

Jika Bisnis Online dianggap tidak perlu modal adalah keliru. Kenapa?

Banyak sekali di internet yang menyajikan tutorial tentang bisnis online tanpa modal. Sebut saja kita akan memulai bisnis online di salah satu marketplace ternama di Indonesia. Tanpa harus membuat blog kita sudah bisa membuka lapak lalu mendisplay produk dagangan kita. Eits tunggu dulu,

Apakah anda sudah mempunyai produk sendiri? Anggap saja anda sudah memiliki produk dengan cara meng-online-kan produk dagangan orang lain yang ada di pasar tradisional. Anda harus tetap memiliki tools pendukung untuk menjalaninya. Paling tidak anda mempersiapkan smartphone beserta paket data-nya untuk bisa terkoneksi dengan internet. Demi berjalanya bisnis online anda. Itu sebuah modal bukan!!

Sedangkan Bisnis offline itu sudah pasti membutuhkan modal. Apalagi jika bisnis yang akan anda bangun terbilang cukup besar. Namun anda bisa menyikapinya agar modal yang anda keluarkan tidak terlalu besar dan mengalami kebangkrutan.

Sebisa mungkin anda membagi dua modal yang anda punya. Sebagai contoh aja, Misalnya anda memilki modal uang 1 juta, yang anda pergunakan untuk memulai bisnis anda adalah 500 ribu rupiah. Sisanya bisa anda simpan dan dipergunakan jika suatu saat bisnis anda mengalami gangguan hehe..

Jadi, dari sisi modal yang dipersiapkan memang bisnis online tidak begitu besar daripada bisnis offline. Begitupun dengan tingkat resiko yang ada didalamnya.

#2. Ruang Lingkup

Jangkauan yang sangat luas untuk bisnis online. Dikarenakan dalam bisnis online, siapapun dan dimanapun calon pembeli bisa melihat produk yang kamu pasarkan. Dengan syarat terkoneksi dengan internet tentunya. Sehingga dari segi peluang pun cukup besar untuk percepatan transaksi dan kemudahan dalam menjalankan bisnis.

Berbeda dengan offline, yang hanya menjangkau lingkungan sekitar tempat anda membuka sebuah bisnis. Namun bisa saja anda lakukan perluasan ruang lingkup bisnis anda dengan cara menyebarkan flayer atau melakukan iklan yang sejenisnya. Hal ini akan masuk dalam sudut pandang Promosi pada nomor 3.

Sudah cukup jelas untuk perbedaan bisnis online dan offline dari sudut pandang ruang lingkupnya. Bagaimana menurut Anda?

#3. Sistem Promosi

Dalam promosi bisnis online semakin mudah. Dengan memanfaatkan sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram dll. Ketiga media sosial tersebut menjadi tools bisnis online yang cukup ampuh untuk saat ini. Hanya diperlukan kreativitas jika ingin promosi anda berhasil.

Sudah sedikit dibahas diatas tadi. Bilamana kita ingin mengembangkan sekaligus mempromosikan bisnis offline. Perlu adanya tambahan biaya untuk cetak brosur, spanduk, kartu nama, bahkan anda sendiri perlu melakukanya yang akan menyita waktu dan tenaga.

Namun saat ini pelaku bisnis offline masih cukup banyak, Ada pula dari pelaku bisnis offline ini mengembangkan usahanya dengan meng-online-kan produknya.

#4. Waktu

Mengenai sudut pandang waktu pada bisnis online tidak ada tutupnya, alias buka terus selama 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu hehe..!! Itu artinya bisnis online anda akan terus bekerja disaat anda sedang tertidur lelap sekalipun.

Tanpa harus repot repot bangun pagi untuk segera berangkat dan membuka tempat usaha anda. uenak rek 🙂

Sebaliknya, yang terjadi pada bisnis offline memiliki waktu yang terbatas. Pada umumnya dimulai pagi hari dan berakhir pada sore hari. Bahkan ada juga yang melakukanya sampai larut malam, sungguh menyita waktu anda dan pasti melelahkan.

So.., tinggal bagaimana anda menyikapi hal ini agar bisa memanfaatkan waktu anda bersama keluarga tercinta.

#5. Jumlah Produk

Terdapat banyak pilihan bisnis online yang tidak mengharuskan anda mempunyai modal besar karena keperluan stock barang. Anda bisa memilih menjalani sebagai Affiliate atau metode Dropship. Bila ada pemesanan dari konsumen baru anda mempersiapkan segala sesuatunya untuk sebuah proses transaksi.

Jika bisnis offline mesti menyediakan produk fisik. Sedikit atau banyak produk fisik tersebut tergantung dari keuangan yang tersedia. Apalagi produk yang dipasarkan cukup beragam. Kita harus pandai mengatur strategi produk barang mana saja yang akan kita prioritaskan.

#6. Transaksi

Mencakup dua hal dalam bisnis online, yaitu cara pemesanan dan cara pembayaran.  Tergantung bagaimana anda menyediakannya. Biasanya pemesanan dilakukan dengan cara telp, sms, email dll.

Bila anda tergabung dalam Marketplace kesemuanya itu sudah disediakan oleh pengelola. Selanjutnya pembayaran bisa dengan cara Transfer ataupun COD ( Cash On Delivery ) / membayar secara cash setelah barang yang kita pesan sudah sampai ke pihak pemesan.

Pada bisnis offline pun sebenarnya tidak berbeda dalam hal pembayaran, bisa cash dan transfer. Hanya saja dalam melakukan pemesanan kita bisa bertenu langsung antara pihak penjual dengan pembeli. Berbeda cerita jika transaksi bisnis offline tersebut sudah menjadi pelanggan tetap. Bisa dengan sms atau telp transaksi pemesanan dianggap SAH..

#7. Tenaga Kerja

Ada beberapa dalam bisnis online itu menggunakan tenaga kerja dirinya sendiri. Sebagai bos, manager keuangan bahkan sampai karyawan. Lain halnya jika bisnis online anda sudah terbilang besar dan mempunyai produk sendiri. Maka Anda harus meneyediakan tenaga kerja pada bidangnya masing – masing.

Sedikitnya anda harus memiliki 1 orang karyawan jika melakukan bisnis offline. Membuka sebuah toko klontong contohnya. Karena beragam produk yang dijual serta pembeli yang datang di waktu yang bersamaan. Oleh karena itu anda perlu tenaga kerja tambahan selain diri anda sendiri.

Demikian beberapa hal yang menjadi perbedaan bisnis online dan offline menurut sudut pandang penulis. Semoga bermanfaat…

Silahkan berkomentar dibawah ini, jika anda mempunyai sudut pandang tersendiri.

Sekian & Terima kasih!!! Salam Sukses

Silahkan Berlangganan dan Download 3 Ebook Gratis Mencerdaskan

3 comments on “Perbedaan Antara Bisnis Online dan Offline

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.